SMTI Tanjungkarang Lampung dimata RADAR LAMPUNG Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 02 January 2008 23:55
dari RADAR LAMPUNG,
katanya sech temenku ad yang dari sana. anak dari Semulijaya. Bener gak?

nech beritanya

Life Skill Plus bagi Siswa SMTI

Laporan/Editor: Abdul Karim

BANDARLAMPUNG – Menghasilkan sumber daya manusia yang berkompeten di bidang industri menjadi visi� Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Tanjungkarang. Dalam proses pembelajarannya, sekolah di bawah naungan Departemen Industri Republik Indonesia ini menerapkan 30% teori dan 70% praktik. Praktis pembelajarannya pun lebih banyak di laboratorium.

��� Menurut Kepala SMTI Drs. M. Iqbal melalui wakasek bidang humasnya, Feri Yulius, sekolahnya juga memberikan life skill plus.� ’’Di antaranya, kunjungan industri, entrepreneurship, achiement motivation training, dan praktik kerja industri,” jelasnya.

Kunjungan industri, lanjut Feri, bertujuan untuk� membandingkan materi yang didapat di sekolah dengan teknologi yang diterapkan industri. Lalu, entrepreneurship dengan membekali� diri siswa tentang cara-cara berwirausaha.



’’Program ini menggali potensi dan keberanian siswa untuk mengambil risiko berbisnis secara mandiri. Sehingga, mereka dapat memanfaatkan apa pun untuk dijadikan peluang bisnis,” tandasnya.

 Sedangkan,  achiement motivation training adalah program untuk membangun pribadi-pribadi agar memiliki semangat beprestasi tinggi. Menurutnya melalui program ini, siswa dapat mengenal jati diri sesungguhnya dan dapat menetapkan tujuan hidup yang lebih realistis.

Terakhir praktik kerja industri. Dalam program ini, siswa dipersiapkan sebagai calon tenaga teknologi dalam bidang industri dan analisis kimia. ’’Tentunya agar memiliki pengetahuan, keterampilan, inisiatif, dan kreatif,” tegasnya.

Satu-satunya SMTI di Lampung yang terletak di Jl. Gatot Subroto, Pahoman, Bandarlampung, ini membuka dua program keahlian. Masing-masing, Analisis Kimia dan Kimia Industri. ’’Kurikulumnya mengacu pada perkembangan dunia industri. Yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK),” imbuhnya. (*)

Last Updated ( Wednesday, 02 January 2008 23:56 )