|
Written by Administrator
|
|
Monday, 23 May 2005 03:38 |
KUCING
Budi pada dasarnya tidak menyukai kucing. Ia
semakin benci ketika istrinya memelihara seekor kucing. Budi merasa istrinya
jadi lebih perhatian pada kucingnya daripada dirinya. Suatu hari Budi memutuskan
untuk membuang kucing tersebut secara diam-diam. Ketika istrinya sedang mandi,
ia pamit pergi keluar sebentar dan dibawanya si kucing. Setelah Budi bermobil
sekitar 10 km dari rumah, ia pun membuang kucing tersebut. Anehnya ketika ia
sampai di rumah, si kucing sudah ada di sana. Budi heran campur berang. Sore
harinya ia pergi lagi. Kali ini si kucing dibuangnya lebih jauh lagi. Namun
tetap saja, sesampainya di rumah, kucing istrinya tersebut telah berada di sana.
Budi berusaha membuangnya lebih jauh lagi, lebih jauh lagi, tapi tetap saja si
kucing kembali ke rumah mendahului dirinya. Suatu hari ia tidak saja membawa si
kucing pergi jauh, tapi j uga berputar-putar dulu. Budi belok kanan, belok kiri,
belok kanan,belok kanan lagi, berputar-putar sebelum akhirnya membuang kucing
yang dibawanya. Beberapa jam kemudian ia menelepon istrinya. "Tik, kucingmu ada
di rumah?" tanya Budi. "Ada, kenapa? Tumben nanya si Manis segala," jawab
istrinya agak heran. "Panggil dia Tik, aku mau tanya arah pulang. Ak u
kesasar....!"
|